Pro Blogger Templates
ZoyaPatel

Sukseskan Ketahanan Pangan, Kapolda Jabar Pimpin Panen Raya Jagung Serentak di Indramayu

Mumbai

 

INDRAMAYU,– Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) menggelar pelaksanaan panen raya jagung serentak Tahun 2026 di Kawasan Hutan Perum Perhutani Blok Bangka, Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Sabtu (16/5/2026).


Agenda ketahanan pangan nasional yang dimulai pukul 13.00 WIB ini dipimpin langsung secara virtual lewat konferensi video (video conference) oleh Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.


Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan mengatakan, panen raya ini merupakan bentuk sinergi nyata antara institusi Polri, TNI, Kejaksaan, Perhutani, PTPN, sektor perbankan, serta kelompok tani binaan.


"Kegiatan ini bukanlah sebagai hanya sekedar panen belaka, tapi kegiatan ini adalah wujud sinergi kita semua yang sama-sama bertekad untuk memberikan manfaat kepada masyarakat," ujar Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan.


Hingga kuartal pertama tahun 2026, data Polda Jabar mencatat realisasi penanaman jagung telah mencapai 12.500 hektar. 


Angka tersebut setara dengan 41,6 persen dari total 30.000 hektar lahan produktif yang disediakan melalui kerja sama pinjam manfaat dengan PTPN dan Perhutani.


Untuk mendukung optimalisasi sektor hilir, lanjut Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, Polda Jabar juga mendirikan dua gudang logistik strategis yang berlokasi di Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Subang. 


“Saat ini, kedua fasilitas tersebut telah terisi 100 persen untuk mendukung kapasitas serap Perum Bulog Jabar,” jelasnya.


Kapolda juga mengapresiasi para kelompok tani binaan Polri yang menjadi ujung tombak keberhasilan program ini dalam mewujudkan ketahanan pangan yang dicita-citakan oleh Bapak Presiden


Selain fokus pada angka produksi, Kapolda juga menyoroti tantangan panjangnya rantai distribusi yang kerap merugikan petani secara ekonomi. 


Guna mengatasi persoalan tengkulak, pihaknya mendorong penerapan ekosistem tertutup (closed loop) yang lebih adil dan terintegrasi dari hulu ke hilir. Melalui skema baru ini, petani tidak hanya mendapatkan pendampingan teknis, melainkan juga kepastian serapan pasar serta akses pembiayaan yang sehat.


Tercatat, sebanyak 1.186 petani telah diajukan untuk mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui Bank Himbara, dengan 528 petani di antaranya telah menerima penyaluran dana total sebesar Rp 23,7 miliar.



Selain perbankan, Primkopol turut menyalurkan bantuan modal senilai Rp 10 juta hingga Rp 20 juta per petani. Skema penyaluran modal tersebut diubah tidak dalam bentuk uang tunai (cash), melainkan dikonversi langsung menjadi bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), pupuk, serta bibit guna mencegah penyalahgunaan dana di lapangan.


"Dengan adanya akses pembiayaan yang baik, pendampingan yang konsisten, serta kepastian penyerapan hasil panen, kita berharap para petani tidak lagi tergantung pada pola-pola lama yang kurang menguntungkan," tutur Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan menambahkan.



Acara panen raya secara simbolis ini ditutup dengan pelepasan armada truk pengangkut jagung menuju gudang logistik serta penyerahan bantuan sosial kepada masyarakat setempat.


Turut hadir di lokasi acara, Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K., Ketua DPRD Indramayu Hj. Nurhayati, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jabar Dodit Ardian Pancapana, Wakil Kepala Perhutani Divisi Jabar-Banten Agus Yulianto, serta perwakilan Bulog Jabar.

Ahmedabad