Tingkatkan Pelayanan Warga, Polres Indramayu Gelar Pelatihan Public Speaking
INDRAMAYU – Polres Indramayu Polda Jabar menggelar kegiatan police public speaking & service communication di Polsek Haurgeulis dan Polsek Gantar, Kamis (24/9/2026) kemarin.
Kegiatan ini diikuti para kapolsek, anggota polsek, aparatur sipil negara (ASN), dan pegawai harian lepas (PHL).
Pelatihan menghadirkan Founder Respeak Indonesia Bayu Munggaran Putra Suhendar, S.M., bersama anggota tim Respeak Indonesia.
Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. melalui Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno mengatakan, keterampilan komunikasi dibutuhkan dalam berbagai tugas kepolisian, mulai dari mendengarkan keluhan warga hingga memberikan keterangan dalam situasi yang membutuhkan ketenangan.
“Komunikasi pelayanan dan kemampuan berbicara di depan umum penting untuk membangun kepercayaan masyarakat, meredakan ketegangan, dan menyampaikan informasi secara jelas,” kata AKP Tarno. Jumat (25/9/2026)
Menurutnya, pelayanan kepolisian dapat berpegang pada prinsip 3C, yakni clarity atau kejelasan, compassion atau empati, dan command atau kewibawaan. Petugas perlu mendengarkan warga tanpa memotong pembicaraan, menjelaskan prosedur dengan bahasa yang mudah dipahami, serta menjaga sikap netral ketika menangani perselisihan.
Pelatihan juga membahas artikulasi dan intonasi suara, bahasa tubuh, serta kontak mata saat berbicara dengan masyarakat. Dalam penyampaian informasi kepada media maupun publik, petugas didorong menggunakan unsur 5W+1H secara runtut agar keterangannya mudah dipahami dan tidak menimbulkan spekulasi.
AKP Tarno menilai pelatihan komunikasi merupakan bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan publik terhadap kepolisian.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa kepolisian terus berbenah dan peduli pada kualitas pelayanan. Peningkatan kemampuan personel tidak hanya menyangkut aspek fisik dan taktis, tetapi juga cara berkomunikasi yang humanis, empatik, dan responsif,” ujarnya.
Ia berharap kemampuan tersebut dapat membantu mengubah pandangan masyarakat yang masih menganggap polisi kaku atau sulit diajak berkomunikasi. Menurutnya, masyarakat perlu merasakan langsung perubahan itu ketika berinteraksi dengan petugas.
“Pelatihan ini juga menjadi wujud keterbukaan kami kepada publik mengenai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Setiap program pembinaan harus memberi manfaat bagi warga dan mendukung transformasi menuju Polri yang Presisi, modern, dan humanis,” kata AKP Tarno.
Ia menambahkan, penguatan kemampuan komunikasi perlu dilakukan secara berkala dan menjangkau seluruh personel, tidak hanya petugas humas. Informasi pelayanan dan imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat juga perlu disampaikan melalui media sosial dengan bahasa yang humanis dan edukatif agar mudah diterima berbagai kalangan, termasuk generasi muda.
.jpeg)