Pro Blogger Templates
ZoyaPatel

Polres Indramayu Tingkatkan Kompetensi Komunikasi Untuk Pelayanan Prima dan Humanis

Mumbai

 

INDRAMAYU — Polres Indramayu Polda Jabar terus meningkatkan kemampuan komunikasi personel kepolisian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui kegiatan Police Public Speaking & Service Communication.


Program tersebut kembali dilaksanakan di dua jajaran Polsek, yakni Polsek Cikedung dan Polsek Terisi, Jumat (2/10/2026) kemarin.


Kegiatan pertama berlangsung di Polsek Cikedung mulai pukul 08.00 WIB. Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Cikedung IPTU Anang Purwanto, Founder Respeak Indonesia Bayu Munggaran Putra Suhendar, S.M., personel Polsek Cikedung, anggota Sie Humas Polres Indramayu, serta tim Respeak Indonesia.



Selanjutnya, pada pukul 13.00 WIB, kegiatan serupa dilaksanakan di Polsek Terisi dengan diikuti Kapolsek Terisi AKP Ian Hernawan, S.H., M.A.P., personel Polsek Terisi, anggota Sie Humas Polres Indramayu, serta tim Respeak Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, Founder Respeak Indonesia Bayu Munggaran Putra Suhendar memberikan materi Penguatan Kompetensi Komunikasi Personel Polsek dalam Pelayanan Masyarakat yang Prima, Humanis, dan Mengayomi.



Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. melalui Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno mengatakan, kemampuan komunikasi menjadi bagian penting dalam tugas kepolisian karena personel setiap hari berhadapan langsung dengan masyarakat dalam berbagai situasi.

“Pelayanan yang baik tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat persoalan ditangani, tetapi juga bagaimana anggota mampu berkomunikasi secara jelas, tenang, humanis, dan mengarahkan masyarakat pada solusi,” kata AKP Tarno. Sabtu (3/10/2026)



Materi pelatihan mencakup dasar komunikasi personel, yakni bagaimana sebuah pesan disampaikan, dipahami, kemudian diarahkan pada solusi.

Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai fondasi komunikasi yang meliputi Charity, Control, Confidence, dan Connection.

Pada sesi The Art of Speaking Clearly, personel dilatih mengelola artikulasi, volume suara, tempo, dan intonasi agar pesan yang disampaikan kepada masyarakat lebih mudah dipahami.

Sementara pada materi Powerful Non-Verbal Presence, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya postur tubuh, kontak mata, gestur, dan mimik dalam membangun komunikasi yang meyakinkan namun tetap humanis.

Pelatihan juga menekankan kemampuan menghadapi situasi penuh tekanan melalui konsep Pause, Listen, Validate, Clarify atau berhenti sejenak, mendengarkan, memahami kondisi lawan bicara, kemudian melakukan klarifikasi.

Dalam sesi Speak, Respond & Explain, personel diarahkan untuk membiasakan pola komunikasi dengan mendengar, merangkum persoalan, memberikan penjelasan, kemudian mengarahkan masyarakat menuju solusi yang tepat.

AKP Tarno menjelaskan, materi tersebut sangat relevan dengan berbagai situasi yang dihadapi polisi dalam pelayanan sehari-hari.

“Anggota bisa menghadapi warga yang emosional di SPKT, permintaan yang berada di luar kewenangan kepolisian, mediasi sengketa antar warga, hingga penyampaian imbauan kamtibmas. Semua membutuhkan teknik komunikasi yang tepat,” ujarnya.

Dalam pelatihan, peserta juga diberikan sejumlah Police Communication Challenge berupa simulasi penanganan warga emosional, permintaan di luar kewenangan, mediasi konflik, serta penyampaian pesan kamtibmas.

Menurut AKP Tarno, latihan tersebut diharapkan membuat personel semakin siap menghadapi kondisi nyata di lapangan.

“Kami berharap kemampuan komunikasi personel terus meningkat sehingga setiap pelayanan dapat dilakukan dengan profesional, empatik, tidak menimbulkan kesalahpahaman, dan tetap berorientasi pada penyelesaian masalah,” katanya.

Melalui program Police Public Speaking & Service Communication, Polres Indramayu terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik dengan menempatkan komunikasi sebagai salah satu kompetensi utama personel kepolisian. Tutup AKP Tarno.

Ahmedabad