Polsek Kandanghaur Dibekali Teknik Komunikasi Pelayanan Humanis
INDRAMAYU — Polres Indramayu Polda Jabar kembali melaksanakan program Police Public Speaking & Service Communication sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan komunikasi personel dalam memberikan pelayanan yang prima, humanis, dan mengayomi kepada masyarakat.
Kali ini kegiatan digelar di Mako Polsek Kandanghaur Polres Indramayu, Senin (5/10/2026), mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Pelatihan menghadirkan Founder Respeak Indonesia Bayu Munggaran Putra Suhendar, S.M., sebagai narasumber dan diikuti personel Polsek Kandanghaur, anggota Sie Humas Polres Indramayu, serta tim Respeak Indonesia.
Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. melalui Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno mengatakan, kemampuan komunikasi merupakan salah satu kompetensi penting bagi anggota kepolisian karena berhubungan langsung dengan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Personel Polri berhadapan dengan masyarakat dalam berbagai situasi. Karena itu, anggota tidak cukup hanya mampu menyampaikan pesan, tetapi harus memastikan pesan tersebut dipahami dan komunikasi diarahkan pada solusi,” kata AKP Tarno.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai tiga unsur utama komunikasi personel, yakni pesan, dipahami, dan diarahkan pada solusi.
“Peserta juga dibekali fondasi komunikasi yang meliputi Charity, Control, Confidence, dan Connection,” terang AKP Tarno.
Pada materi The Art of Speaking Clearly, personel dilatih mengoptimalkan artikulasi, volume, tempo, dan intonasi agar pesan yang disampaikan terdengar jelas serta mudah dipahami.
Sementara melalui materi Powerful Non-Verbal Presence, peserta mendapatkan pemahaman tentang pentingnya postur, kontak mata, gestur, serta ekspresi wajah dalam membangun komunikasi yang profesional dan meyakinkan.
Pelatihan juga memberi perhatian khusus terhadap kemampuan berkomunikasi dalam situasi penuh tekanan melalui konsep Pause, Listen, Validate, Clarify.
“Ketika menghadapi masyarakat yang sedang emosional, anggota harus mampu mengendalikan situasi. Dengarkan lebih dahulu, pahami persoalannya, lakukan klarifikasi, kemudian berikan penjelasan dengan tenang,” ujar AKP Tarno.
Dalam sesi Speak, Respond & Explain, personel dilatih menerapkan pola komunikasi mulai dari mendengar, merangkum persoalan, menjelaskan, hingga mengarahkan pada solusi.
Selain penyampaian teori, peserta juga menghadapi Police Communication Challenge melalui sejumlah skenario pelayanan, seperti menghadapi warga emosional di SPKT, permintaan masyarakat yang berada di luar kewenangan kepolisian, mediasi sengketa warga, serta penyampaian imbauan kamtibmas.
Menurut AKP Tarno, latihan berbasis situasi nyata tersebut penting agar personel lebih siap menghadapi dinamika pelayanan di lapangan.
“Kami berharap personel semakin percaya diri, empatik, dan mampu menjelaskan sesuatu kepada masyarakat dengan bahasa yang tepat sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman,” katanya.
Melalui program Police Public Speaking & Service Communication, Polres Indramayu terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia kepolisian agar pelayanan kepada masyarakat semakin profesional, komunikatif, humanis, dan berorientasi pada penyelesaian masalah. Ujar AKP Tarno.
.jpeg)