Rumah Warga di Kedokan Bunder Indramayu Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp20 Juta
INDRAMAYU – Sebuah rumah milik warga di Desa Jayalaksana, Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, terbakar, Senin (12/10/2026) siang.
Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dari sambungan kabel di dalam rumah.
Rumah tersebut diketahui milik Hj. Tarinih (55), seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Blok Kitana Kidul RT 38 RW 08, Desa Jayalaksana.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 12.15 WIB. Saat itu, pemilik rumah baru saja selesai makan di teras depan. Ketika hendak mengambil air minum ke dapur, ia dikejutkan oleh kepulan asap tebal dan kobaran api dari bagian belakang rumah.
Panik melihat api mulai membesar, Tarinih langsung berlari keluar untuk meminta pertolongan warga sekitar.
Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. melalui Kapolsek Kedokan Bunder Ipda Kartono membenarkan peristiwa kebakaran tersebut.
"Awalnya pemilik rumah baru selesai makan di teras. Saat hendak mengambil air minum ke dapur, korban melihat kepulan asap tebal dan api dari dalam kamar belakang. Korban kemudian keluar rumah untuk meminta pertolongan warga," ujar Kartono.
Mendapat laporan tersebut, Kartono bersama personel piket fungsi dan Bhabinkamtibmas langsung mendatangi lokasi kejadian.
Dua unit mobil pemadam kebakaran dari Damkar Kabupaten Indramayu juga diterjunkan untuk memadamkan api.
Petugas kepolisian, pemadam kebakaran, dan warga bahu-membahu melakukan penanganan agar kobaran api tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Setelah dilakukan upaya pemadaman, api akhirnya berhasil dijinakkan sekitar pukul 13.00 WIB.
"Alhamdulillah, berkat kerja sama petugas pemadam kebakaran, kepolisian, dan masyarakat, api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 13.00 WIB," kata Kartono.
Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi kejadian, polisi menduga kebakaran dipicu hubungan arus pendek listrik pada terminal kabel di dalam rumah.
Kartono menjelaskan, titik awal api diduga berasal dari terminal sambungan listrik yang berada di ruang sofa.
Api kemudian merambat ke sejumlah bagian bangunan. Material plafon berbahan PVC diduga turut mempercepat penyebaran api ke bagian atap.
"Dugaan awal api bersumber dari korsleting listrik pada terminal kabel yang berada di ruang sofa. Kondisi sambungan kabel serta material plafon membuat api cepat menjalar ke bagian atap," jelasnya.
Akibat kebakaran tersebut, sekitar 25 persen bagian rumah dilaporkan mengalami kerusakan. Bagian yang terdampak meliputi atap kamar tidur, atap ruang tamu, serta satu set sofa yang hangus terbakar.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian materiil yang dialami pemilik rumah diperkirakan mencapai Rp20 juta.
"Tidak ada korban jiwa. Untuk kerugian materiil sementara ditaksir sekitar Rp20 juta," ujar Kartono.
Polisi telah melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP), dokumentasi, serta meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengetahui penyebab kebakaran.
Kapolsek juga mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah, terutama kabel sambungan dan terminal listrik yang digunakan sehari-hari.
"Kami mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik dan tidak menggunakan sambungan kabel secara berlebihan. Pastikan seluruh perangkat listrik dalam kondisi aman agar kejadian serupa tidak terulang," pesannya.
Terpisah, Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno kembali mengimbau masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan Lapor Pak Polisi - Siap Mas Indramayu melalui WhatsApp 081999700110 atau Call Center 110 apabila menemukan adanya tindak kriminalitas maupun gangguan kamtibmas di lingkungan sekitarnya.
