Pro Blogger Templates
ZoyaPatel

Sinergi Jabar Kawal Mudik "Aman dan Bahagia"

Mumbai

 

Jawa Barat resmi memulai pengawalan besar-besaran bagi pemudik tahun ini. Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan, menegaskan bahwa Operasi Ketupat Lodaya 2026 mulai diberlakukan secara efektif pada Jumat (13/3) tepat pukul 00.00 WIB.


Keputusan ini diumumkan usai pelaksanaan Apel Gelar Pasukan di Mapolda Jabar, Kamis (12/3/2026). Apel tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang dihadiri oleh jajaran Forkopimda, TNI dari Kodam III/Siliwangi, Lanal, Lanud, hingga instansi pendukung seperti BPBD dan tim SAR.


“Apel ini adalah simbol kuatnya sinergi antara Pemda, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat dalam melayani arus mudik dan balik. Kami mengusung semangat 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia',” ujar Irjen Pol. Rudi Setiawan.


Kapolda Jabar menekankan bahwa aspek keamanan tidak hanya fokus di jalan raya, tetapi juga menyentuh objek wisata, tempat ibadah, hingga antisipasi terhadap potensi bencana alam. "Jika pemudik merasa aman di setiap titik, maka kebahagiaan keluarga saat Lebaran akan benar-benar terwujud," tambahnya.


Operasi Ketupat Lodaya kali ini akan berlangsung selama 13 hari, hingga 25 Maret 2026. Pihak kepolisian memprediksi puncak arus mudik akan terbagi dalam dua gelombang besar, yakni akhir pekan pertengahan Maret dan disusul kembali pada 19–20 Maret. Adapun arus balik diperkirakan memadat pada periode 24 hingga 27 Maret.


Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memastikan seluruh kendala administratif dan operasional, termasuk distribusi anggaran pengamanan, telah tuntas diselesaikan. Selain fokus pada jalur arteri, Pemprov Jabar juga menaruh perhatian ekstra pada pengaturan jalur wisata favorit seperti Lembang, Puncak, dan Padalarang yang biasanya melonjak pasca-Lebaran.


Salah satu inovasi yang menonjol tahun ini adalah penyediaan kendaraan operasional khusus yang difungsikan sebagai ambulans persalinan di sepanjang jalur Tol Cipali. Langkah ini diambil sebagai respons darurat untuk membantu pemudik yang mengalami kondisi medis mendesak di tengah kemacetan tol.


Di akhir apel, Gubernur Dedi Mulyadi memberikan pesan menyentuh kepada para pemudik. Ia meminta masyarakat untuk memberikan apresiasi dan menghargai dedikasi para petugas di lapangan.


“Para petugas ini bekerja di tengah hujan, kemacetan, dan debu jalanan. Mereka mengorbankan waktu bersama keluarga sendiri demi memastikan jutaan orang bisa mudik dengan selamat. Saya mohon masyarakat hargai kerja keras mereka,” tutur Dedi.


Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa dengan persiapan yang matang dan koordinasi lintas sektoral yang solid, Pemerintah Jawa Barat optimis arus mudik tahun ini dapat berjalan lebih teratur dan minim kendala teknis.

Ahmedabad