Sempat Hilang Dua Hari, Lansia di Tukdana Indramayu Ditemukan Meninggal Mengapung di Sungai Cipelang
INDRAMAYU – Warga Blok Tarisem, Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu mendadak geger dengan penemuan sesosok mayat laki-laki yang mengapung di Sungai Cipelang.
Begitu menerima laporan informasi dari masyarakat, petugas piket siaga Polsek Tukdana bersama piket Unit Reskrim Polsek Tukdana langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan evakuasi serta identifikasi lapangan, Sabtu (23/5/2026) sekira pukul 16.30 WIB.
Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang melalui Kapolsek Tukdana AKP Junata Tisnasenjaya, membenarkan peristiwa tersebut dan menjelaskan bahwa identitas korban telah berhasil diketahui berkat pengenalan ciri fisik oleh pihak keluarga.
Korban diketahui bernama Tasdik (78) warga Blok Tengah, Desa Sukadana, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, selama ini tinggal bersama istrinya di Desa Sukamulya.
Kapolsek menyebut penemuan ini berawal saat beberapa saksi mata di sekitar lokasi mendapatkan informasi dari seorang pengguna mobil yang melintas bahwa ada tubuh manusia mengapung di sungai. Ketika saksi mengecek ke lokasi, korban ditemukan dalam posisi telungkup menghadap ke air dan tubuhnya tersangkut di kaki pondasi jembatan kayu.
Sebelum petugas kepolisian tiba di tempat kejadian, seorang warga Tarmi datang ke lokasi dan meyakini bahwa jasad tersebut adalah suaminya yang telah hilang selama dua hari, dengan tanda khusus berupa benjolan yang cukup besar di sekitar lutut kaki kanan.
Atas permintaan sang istri yang diselimuti rasa duka, warga setempat kemudian bergotong-royong mengangkat jasad korban dari sungai menuju ke atas tanggul di pinggir jalan. Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, dalam hal ini cucu korban bernama Wardani, sang kakek sempat datang dan menginap di rumahnya sejak Rabu (20/5/2026). Namun, pada Jumat dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, korban mendadak pergi meninggalkan rumah tanpa pamit, hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu sore.
AKP Junata Tisnasenjaya menambahkan setelah jasad korban dievakuasi, pihak kepolisian langsung berkoordinasi dengan tenaga medis dari Puskesmas Kerticala untuk melakukan pemeriksaan luar.
“Hasil visum luar yang dipimpin oleh perawat puskesmas, Nasir, S.Kep.Ns., menyatakan secara resmi bahwa tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban,” ujarnya.
Pihak keluarga korban telah mengikhlaskan peristiwa ini sebagai musibah dan secara bersama-sama menolak untuk dilakukan tindakan otopsi lebih lanjut. Penolakan tersebut juga telah dituangkan secara resmi dalam surat pernyataan tertulis sebelum jenazah Tasdik dibawa pulang ke rumah duka untuk segera dimakamkan oleh pihak keluarga. Pungkasnya.
Terpisah, Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno kembali mengajak masyarakat untuk terus menjadi mitra Polri dalam menjaga keamanan dan menjaga lingkungan.
“Apabila masyarakat menemukan potensi gangguan kamtibmas, kami imbau untuk segera melaporkannya melalui layanan Lapor Pak Polisi – SIAP MAS INDRAMAYU di WhatsApp 0819-9970-0110 atau melalui Call Center Polri 110,” ujar AKP Tarno
.jpeg)
.jpeg)