Muspika Kedokan Bunder Fasilitasi Rapat, BBWS Sepakati Penambahan Debit Air Untuk Petani
INDRAMAYU,– Polemik terhambatnya distribusi air irigasi akibat proyek pembangunan jembatan di wilayah Desa Kedokan Bunder Wetan, Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu, akhirnya menemukan titik terang.
Muspika Kedokan Bunder bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), pelaksana proyek, dan perwakilan petani menggelar rapat koordinasi di Aula Kantor Kecamatan Kedokan Bunder, Selasa (14/7/2026).
Rapat yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dihadiri oleh puluhan perwakilan petani dari empat desa, yakni Desa Kedokan Bunder, Desa Kedokan Agung, Desa Kedokan Bunder Wetan, dan Desa Kaplongan.
Pertemuan ini difokuskan untuk mencari jalan keluar atas berkurangnya pasokan air irigasi pada masa semai dan pengolahan lahan petani.
Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, melalui Kapolsek Kedokan Bunder, Ipda Eryana, menegaskan kehadiran Polri bertujuan untuk memastikan proses koordinasi berjalan lancar agar persoalan masyarakat diselesaikan secara musyawarah.
"Polri mendukung penuh langkah koordinasi ini. Kami berharap komunikasi yang baik antara pemerintah, BBWS, pelaksana proyek, dan petani dapat menghasilkan solusi yang adil tanpa harus mengorbankan proyek pembangunan," ujar Ipda Eryana
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Camat Kedokan Bunder, Roshadiana Purnama, S.H., dan dihadiri pihak BBWS Rentang, koordinator penyuluh pertanian, serta humas pelaksana proyek PT Eka Pratama.
Dalam forum tersebut, para petani mengeluhkan minimnya aliran air ke sawah mereka sejak proyek jembatan dimulai. Menanggapi hal itu, pihak kecamatan mendorong pelaksana proyek dan BBWS untuk memberikan prioritas pada kebutuhan air petani.
Setelah rapat, seluruh pihak melanjutkan peninjauan lokasi proyek di Desa Kedokan Bunder Wetan. Di lokasi, disepakati bahwa mulai Kamis (16/7/2026), pihak pelaksana proyek bersama BBWS akan menggelontorkan air dengan ketinggian 150 selama dua minggu ke depan.
"Sudah ada kesepakatan bahwa debit air akan digelontorkan agar irigasi tetap terpenuhi tanpa menghentikan proses pembangunan jembatan," tambah Ipda Eryana.
Diketahui, jembatan yang tengah dibangun sejak Mei 2026 ini berada di kawasan strategis percabangan pintu air yang mengaliri wilayah Krangkeng hingga Kaplongan. Proyek infrastruktur ini ditargetkan rampung pada November 2026.
Ipda Eryana berharap komitmen yang telah disepakati dapat direalisasikan dengan disiplin.
Pihaknya memastikan Polri akan terus mengawal situasi di lapangan agar pembangunan berjalan lancar tanpa menimbulkan konflik sosial di masyarakat. Ujar Ipda Eryana.
Terpisah, Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno mengimbau masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan Lapor Pak PAK POLISI– SIAP MAS INDRAMAYU melalui WhatsApp 081999700110 atau Call Center 110 apabila menemukan adanya tindak kriminalitas maupun gangguan kamtibmas di lingkungan sekitarnya
.jpeg)
.jpeg)