Puluhan Ogoh-ogoh Bakal Ramaikan Mermule Buyut Banjar Indramayu, Polisi Siapkan Pengamanan
INDRAMAYU – Sebanyak 31 iring-iringan ogoh-ogoh dan sound horeg dijadwalkan meramaikan tradisi Mermule Buyut Banjar di Desa Bulak dan Bulak Lor, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Minggu (18/10/2026) mendatang.
Menjelang perhelatan budaya tersebut, polisi bersama pemerintah desa dan panitia mulai mematangkan persiapan, terutama terkait pengamanan, rute karnaval, serta aturan yang wajib dipatuhi seluruh peserta.
Persiapan itu dibahas dalam rapat pemantapan sekaligus penandatanganan surat pernyataan tata tertib acara Mermule Buyut Banjar 2026 di Aula Balai Desa Bulak, Minggu (11/10/2026) malam.
Rapat yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB tersebut melibatkan Bhabinkamtibmas Polsek Jatibarang Polres Indramayu Polda Jabar, Babinsa, perangkat desa, panitia, serta para perwakilan kelompok peserta.
Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. melalui Kapolsek Jatibarang AKP Suprapto mengatakan, koordinasi dilakukan untuk memastikan tradisi tahunan masyarakat tersebut dapat berlangsung meriah tanpa mengganggu keamanan dan ketertiban umum.
"Acara adat Mermule Buyut Banjar ini adalah pesta budaya milik masyarakat yang harus kita jaga kesakralannya," ujar Suprapto, Senin (12/10/2026)
Menurutnya, kegiatan tersebut diperkirakan akan menarik perhatian masyarakat dalam jumlah besar. Karena itu, pengaturan peserta dan jalur karnaval menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian khusus.
Berdasarkan hasil rapat, arak-arakan direncanakan mengambil titik awal dari Buyut Banjar, kemudian melintasi Jalan Ampera, Jalan Kodir, kawasan pasar, dan kembali ke lokasi awal.
"Rencananya ada 31 iring-iringan ogoh-ogoh dan sound horeg yang akan mengikuti karnaval. Karena itu, kami menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan yang sudah disepakati bersama," katanya.
Suprapto menjelaskan, penandatanganan surat pernyataan tata tertib menjadi bentuk komitmen para koordinator peserta untuk menjaga kegiatan tetap aman dan tertib.
Langkah tersebut juga dilakukan untuk mengantisipasi potensi perselisihan antarkelompok, terutama ketika iring-iringan melintasi jalan umum dan kawasan yang dipadati masyarakat.
Tak hanya soal pengamanan, kegiatan Mermule Buyut Banjar tahun ini juga direncanakan menghadirkan penilaian terhadap ogoh-ogoh hasil kreativitas peserta.
Panitia memberikan perhatian khusus terhadap karya yang dibuat secara mandiri oleh kelompok peserta, bukan ogoh-ogoh yang dibeli dari luar daerah.
Menurut Suprapto, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat, khususnya para pemuda, untuk menunjukkan kreativitas sekaligus melestarikan tradisi budaya daerah.
Namun, ia mengingatkan agar semangat persaingan tidak berubah menjadi perselisihan yang justru merusak kemeriahan acara.
"Seluruh koordinator dan pemuda kami minta menjaga sportivitas. Jangan sampai kegiatan yang seharusnya menjadi ajang kebersamaan justru menimbulkan gesekan antar kelompok," ujarnya.
Dalam rapat tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Bulak, Aipda Hartanto, turut menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat kepada para perwakilan peserta.
Polisi mengingatkan seluruh kelompok agar tidak membawa atau mengonsumsi minuman keras, menghindari tindakan provokatif, serta menghormati masyarakat dan pengguna jalan yang dilalui rombongan.
Suprapto menegaskan, keberhasilan acara bukan hanya bergantung pada pengamanan aparat, tetapi juga kedisiplinan panitia dan seluruh peserta.
"Kami meminta seluruh peserta menjaga situasi tetap sejuk, tertib, menjauhi minuman keras, dan tidak mudah terprovokasi sepanjang jalur pawai," katanya.
Selain melibatkan unsur TNI-Polri dan pemerintah desa, pengamanan kegiatan nantinya juga membutuhkan kerja sama para koordinator lapangan agar setiap kelompok dapat mengikuti aturan yang telah ditetapkan.
Perhelatan budaya tersebut juga dijadwalkan dihadiri Bupati Indramayu Lucky Hakim, sebagaimana disampaikan dalam agenda persiapan kegiatan.
Suprapto berharap tradisi Mermule Buyut Banjar dapat berlangsung aman dan menjadi momentum mempererat persaudaraan warga Desa Bulak, Bulak Lor, serta masyarakat sekitarnya.
"Sinergi Tiga Pilar dan kedewasaan masyarakat menjadi kunci agar pesta adat ini berjalan aman, sukses, dan membawa manfaat bagi warga," ujarnya.
Terpisah, Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno kembali mengimbau masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan Lapor Pak Polisi - Siap Mas Indramayu melalui WhatsApp 081999700110 atau Call Center 110 apabila menemukan adanya tindak kriminalitas maupun gangguan kamtibmas di lingkungan sekitarnya.
